Loading data saham...
Grafik 81,7% rekening aktif bank BUMN vs swasta

PPATK Tutup Ribuan Rekening ‘Tidur’, Bank BUMN Jadi Juara Rekening Aktif

PPATK Tutup Ribuan Rekening ‘Tidur’, Bank BUMN Jadi Juara Rekening Aktif

Jakarta — Hampir 300.000 rekening bank menganggur tiba-tibа dibekukan oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam beberapa bulan terakhir. Langkah ini bukan tanpa alasan: rekening-rekening “tidur” itu berpotensi disalahgunakan untuk tindak kejahatan, mulai dari pencucian uang hingga pendanaan terorisme.

“Rekening tanpa aktivitas lebih dari 6 bulan adalah magnet bagi pelaku ilegal,” tegas Kepala PPATK Ivan Yustiavandana. Ia menambahkan, blokir ini adalah langkah preemtif untuk memotong jalur keuangan kriminal.

Fakta Mengejutkan: Di tengah gencarnya pembersihan ini, data PPATK justru mengungkap prestasi tak terduga. Bank-bank BUMN (seperti BRI, Mandiri, dan BNI) mendominasi daftar rekening aktif terbanyak. BRI memimpin dengan lebih dari 35 juta rekening “hidup”, disusul Mandiri di posisi kedua.

Mengapa Bank BUMN Unggul?

  • Jangkauan Luas: Kantor cabang hingga pelosok desa memudahkan nasabah bertransaksi.

  • Loyalitas Warga: Masyarakat masih memercayakan dana pensiun, gaji, hingga UMKM ke bank pemerintah.

  • Inovasi Digital: Aplikasi mobile banking BUMN disebut paling sering digunakan di kalangan warung kecil dan petani.

Tantangan di Balik Angka: Meski jadi pemenang, Direktur Utama BRI Sunarso mengingatkan, “Jumlah rekening aktif harus diimbangi edukasi keamanan digital. Nasabah di pedesaan rentan jadi target scam.”

Aksi Lanjutan PPATK: Blokir rekening tidur akan diperluas ke bank swasta dan fintech. Masyarakat diimbau segera menghubungi bank jika rekeningnya terkunci. “Cek aplikasi bank Anda sekarang. Jika ada notifikasi ‘verifikasi ulang’, segera penuhi,” pesan Ivan.

Catatan Akhir:
Tren ini membuktikan bahwa di era dompet digital, rekening bank BUMN tetap jadi “primus inter pares” — yang pertama di antara yang setara.

Scroll to Top