Halalinvest.id β Raksasa farmasi nasional PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) makin serius menjaga performa bisnis dan loyalitas investor. Usai menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Kamis (22/5), Kalbe menyampaikan dua kabar baik sekaligus: pembagian dividen jumbo dan rencana buyback saham!
πΈ Dividen Rp 1,7 Triliun, Setara 52% dari Laba Bersih 2024
Kalbe Farma akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 1,7 triliun untuk tahun buku 2024. Angka ini mencerminkan 52% dari total laba bersih yang tercatat sebesar Rp 3,24 triliun, naik 17,13% dibanding tahun sebelumnya.
Artinya, setiap pemegang saham KLBF akan menerima Rp 36 per lembar saham. Dengan harga saham KLBF yang ditutup di level Rp 1.440 pada perdagangan terakhir, maka dividen yield-nya sekitar 2,5% β menarik untuk saham di sektor defensif seperti farmasi.
Presiden Direktur Kalbe, Irawati Setiady, menegaskan bahwa kebijakan pembagian dividen ini konsisten dengan strategi perusahaan, yakni menjaga porsi 45%-55% dari laba bersih untuk dibagikan ke pemegang saham.
π Buyback Saham Senilai Rp 250 Miliar
Selain dividen, Kalbe juga siap melaksanakan buyback saham (pembelian kembali) senilai maksimal Rp 250 miliar. Tujuannya? Menjaga stabilitas harga saham dan sebagai bentuk keyakinan manajemen terhadap fundamental perusahaan yang kuat.
βBuyback ini adalah strategi kami untuk menunjukkan optimisme terhadap pertumbuhan Kalbe di masa depan,β ujar Irawati.
π Target 2025: Tumbuh 10%, Fokus Empat Lini Bisnis
Direktur KLBF, Kartika Setiabudy, menyampaikan bahwa Kalbe menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sebesar 8%β10% pada 2025. Untuk mengejar target ini, perusahaan akan fokus pada empat pilar bisnis utama:
-
Obat resep
-
Produk kesehatan konsumen (consumer health)
-
Nutrisi
-
Distribusi dan logistik farmasi
Selain itu, Kalbe juga akan memperkuat cara berkomunikasi dengan pasar lewat pendekatan digital marketing dan edukasi berbasis gaya hidup sehat.
π₯ Fokus Ekspansi Obat Kanker
Yang menarik, Kalbe baru saja meresmikan perluasan pabrik onkologi melalui anak usahanya, PT Global Onkolab Farma. Ini adalah langkah strategis untuk memperkuat rantai pasok dan produksi obat terapi kanker, yang permintaannya terus meningkat.
Menurut analis, fokus ke bisnis onkologi akan menjadi mesin pertumbuhan baru bagi Kalbe.
βObat kanker adalah kebutuhan jangka panjang. Produksi lokal bukan cuma memperkuat margin, tapi juga mengurangi ketergantungan Kalbe pada bahan baku impor yang masih 80%,β ujar Maximilianus Nico Demus dari Pilarmas Investindo Sekuritas.
π° Capex Rp 1 Triliun Disiapkan
Kalbe juga mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar Rp 1 triliun untuk 2025. Dana ini akan digunakan untuk:
-
Pemeliharaan fasilitas produksi
-
Perluasan kapasitas pabrik onkologi
-
Digitalisasi rantai distribusi
Analis Mirae Asset, Nafan Aji Gusta, menilai langkah Kalbe cukup solid. Ia menyebutkan, kinerja kuartal I-2025 yang cemerlang dan pipeline ekspansi onkologi jadi sinyal kuat bahwa KLBF masih punya ruang tumbuh yang besar.
π Kesimpulan: Kalbe Menjaga Momentum, Investor Dapat Bonus!
Dengan dividen besar, buyback saham, dan ekspansi pabrik obat kanker β Kalbe Farma menunjukkan strategi pertumbuhan yang terukur dan berpihak pada pemegang saham. Saham KLBF juga dikenal stabil dan defensif, cocok untuk investor yang ingin aman tapi tetap cuan.
Kalau kamu cari saham berbasis kesehatan dengan prospek jangka panjang dan pembagian dividen rutin, KLBF layak masuk dalam watchlist kamu.
Ikuti terus berita terkini emiten dan investasi halal hanya di Halalinvest.id β Smart Wealth, Halal Path.